MITRA, Lidik.co.id – Dugaan keterlibatan pemilik tambang ilegal dalam perusakan kawasan konservasi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri kembali mencuat.
Salah satu nama yang disebut-sebut dalam aktivitas terlarang tersebut adalah Sani Robot, warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sani Robot diduga merupakan salah satu pelaku utama yang beroperasi di area konservasi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan serius, termasuk penggundulan lahan dan pencemaran aliran dengan bahan kimia berbahaya di sekitar kawasan konservasi.
Warga sekitar mengaku resah dengan maraknya aktivitas tambang tanpa izin yang mengancam kelestarian kebun raya yang digagas oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, sebagai simbol pelestarian alam dan pendidikan lingkungan.
“Kami sudah sering melapor, tapi belum ada tindakan tegas. Padahal ini kawasan konservasi,” ujar salah satu warga Ratatotok yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat penegak hukum (APH) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan Sani Robot maupun pihak lain dalam perusakan kawasan tersebut.
Publik pun mendesak Polri dan pemerintah daerah untuk segera turun tangan menindak tegas para pelaku tambang ilegal yang merusak simbol kebanggaan daerah dan nasional itu. (Red)
YOGYAKARTA, Lidik - Setyo Hadi Gunawan (SHG) Advokat mengundang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Raja Ampat…
Sengketa Tanah 37.835 M² di Minahasa Memasuki Babak Baru, Soroti Proses Lelang dan Penerbitan SHM…
MANADO, Lidik - Julukan Ratu MBG kini dialamatkan kepada oknum wakil rakyat Sulut yang saat ini…
MANADO, Lidik.co.id - Praktik dugaan mafia tanah kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan publik…
MANADO, Lidik.co.id - Nama Chyntia Kalangit kembali menjadi perhatian setelah menjalani pemeriksaan tambahan di Kejaksaan…
MANADO, Lidik - Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Kalangit, menyampaikan pernyataan terbuka dari…
This website uses cookies.