x

Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Bantah Tuduhan SARA, Siapkan Somasi terhadap Media Online yang Memberitakan

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Mar 2026 22:45 1111 Admin

BITUNG, Lidiķ.co.id – Komandan Satuan Kapal Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, Kolonel Marvill Marfell Frits, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya mengeluarkan pernyataan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), khususnya terhadap suku Jawa di Kota Bitung.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan salah satu media online yang menuding dirinya mengucapkan kalimat “Jawa-Jawa perusak”. Marvill menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak pernah diucapkannya dan menilai pemberitaan itu telah mencemarkan nama baiknya.

“Informasi yang beredar itu tidak benar. Saya merasa sangat dirugikan dengan pemberitaan yang menyebut saya mengeluarkan pernyataan bernuansa SARA,” tegas Marvill.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Satya Bhakti Kota Bitung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026).

Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum KKJ Satya Bhakti Drs. Aras Sinaba, Penasehat Hi. R. Widayanto, serta Bendahara Umum Sutapa. Dalam kesempatan tersebut, Marvill juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum terhadap media yang memuat pemberitaan tersebut.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar, terlebih yang mengandung isu sensitif seperti SARA, merupakan persoalan serius yang tidak dapat dibiarkan.

“Saya sudah menyiapkan langkah hukum, termasuk somasi terhadap media yang memuat berita tersebut. Apalagi informasi yang disampaikan tidak benar atau hoaks,” ujarnya.

Marvill menegaskan, langkah hukum ini bukan semata untuk membela diri secara pribadi, tetapi juga untuk menjaga nama baik institusi yang dipimpinnya.

Ia berharap pihak yang menyebarkan informasi yang tidak benar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya serta memberikan klarifikasi secara berimbang kepada publik.

“Saya berharap ada klarifikasi yang objektif sehingga masyarakat tidak menerima informasi yang menyesatkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KKJ Satya Bhakti Kota Bitung, Aras Sinaba, mengatakan pihaknya tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan yang muncul.

Menurut Aras, pengurus KKJ memilih melakukan konfirmasi langsung agar informasi yang beredar tidak berkembang liar di tengah masyarakat.

“Ketika menerima informasi itu, kami tidak langsung percaya. Kami berdiskusi dengan teman-teman yang kami anggap memiliki pemikiran jernih agar persoalan ini tidak berkembang liar,” ujar Aras.

Ia menjelaskan, langkah silaturahmi ke Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung dari Marvill terkait isu yang beredar.

“Kami berinisiatif datang bersilaturahmi dan meminta klarifikasi langsung dari Pak Marvill,” katanya.

Aras juga meyakini bahwa seorang pejabat militer dengan jabatan strategis tidak mungkin mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan gesekan antar etnis.

“Kami yakin seorang komandan tidak mungkin mengeluarkan pernyataan yang sangat sensitif yang bisa merusak hubungan antar etnis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kota Bitung dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Bitung adalah kota multi etnis. Karena itu kita semua harus menjaga agar tidak terjadi gesekan antar kelompok di kota yang kita cintai ini,” pungkas Aras. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PEMBERITAHUAN

Kami menghargai saran dan masukan anda dalam memberikan kritikan membangun untuk kemajuan website kami.

Jika ada saran dan masukan, langsung hubungi kami lewat email atau nomor kontak yang sudah tercantum dibawah.

Email: redaksi@lidik.co.id
Call Us: +62 821 9247 0677

LAINNYA
x
x